Bendera Guam menampilkan segel berbentuk almond di tengah yang mewakili batu umban tradisional Chamorro yang digunakan untuk berburu dan berperang. Di dalam segel, sebuah proa yang terbang berlayar di Teluk Hagatna, melambangkan warisan maritim dan keberanian pelayaran penduduk asli. Pemandangan ini dilengkapi dengan sebatang pohon kelapa dan tebing Two Lovers Point, yang mewakili ketahanan pulau dan landmark alam.
Warna & Simbol
Bidang biru tua mewakili Samudra Pasifik yang luas dan langit yang mengelilingi pulau tersebut. Garis tepi merah tipis ditambahkan ke tepi bendera untuk memperingati darah yang ditumpahkan oleh rakyat selama masa kolonial Spanyol dan pendudukan pulau selama Perang Dunia II. Di dalam segel, berbagai nada alami seperti cokelat, hijau, dan kuning menggambarkan lingkungan tropis dan pantai berpasir di wilayah tersebut.
Bendera ini awalnya dirancang pada tahun 1917 oleh Helen Paul, istri seorang perwira angkatan laut Amerika Serikat, dan secara resmi ditetapkan sebagai bendera pulau pada tahun 1931. Desainnya dimodifikasi pada tahun 1948 dengan penambahan garis tepi merah untuk menghormati pengorbanan yang dilakukan oleh penduduk selama konflik global kedua. Sebelum adopsi panji khusus ini, pulau tersebut diwakili oleh bendera nasional Spanyol, Amerika Serikat, dan Jepang selama masa pemerintahan masing-masing.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bendera Guam saat ini secara resmi diadopsi pada 1948.
Bendera Guam memiliki proporsi resmi 22:41.
Bentuk lambang pusat terinspirasi oleh batu umban tradisional yang digunakan oleh prajurit kuno Chamorro untuk berburu dan pertahanan.
Proa adalah kano cadik tradisional yang melambangkan keterampilan pelayaran yang luar biasa dan keberanian penduduk asli yang mengarungi Samudra Pasifik.
Garis tepi merah ditambahkan ke desain pada tahun 1948 untuk memperingati darah yang tumpah selama sejarah pulau tersebut, terutama selama masa-masa sulit Perang Dunia II.
Pohon kelapa tunggal mewakili ketahanan dan kelangsungan hidup, karena merupakan pohon yang dapat tumbuh di tanah yang buruk dan menahan kekuatan badai tropis.
Tebing di latar belakang mewakili Two Lovers Point, juga dikenal sebagai Puntan Dos Amantes, yang merupakan landmark budaya dan geografis yang signifikan di pulau tersebut.
🍪
Preferensi Cookie
Kami menggunakan cookie untuk menganalisis lalu lintas dan meningkatkan pengalaman Anda. Tidak ada data pribadi yang dijual atau dibagikan dengan pengiklan.
Kami menggunakan Google Analytics untuk memahami bagaimana pengunjung menggunakan WorldStats. Ini membantu kami meningkatkan konten dan kinerja. Cookie analitik melacak tampilan halaman dan data sesi — tidak ada informasi identitas pribadi yang dikumpulkan. Anda dapat mengubah preferensi Anda kapan saja dari footer.