Bendera Malta menampilkan dua pita vertikal yang sama berwarna putih dan merah dengan representasi George Cross di sudut atas sisi tiang. Salib ini dianugerahkan kepada seluruh penduduk Malta atas keberanian dan kepahlawanan kolektif mereka selama Perang Dunia Kedua. Bendera ini berfungsi sebagai simbol mendalam dari ketahanan bangsa dan perjuangan bersejarahnya untuk kebebasan dan identitas.
Warna & Simbol
Pita putih di sisi tiang melambangkan perdamaian dan kemurnian, sedangkan pita merah di sisi kibar melambangkan darah yang ditumpahkan oleh rakyat Malta dalam membela iman dan negara mereka. Warna-warna ini berakar dalam sejarah Malta dan secara tradisional dikaitkan dengan periode abad pertengahan. George Cross di sudut dibatasi dengan warna merah untuk mematuhi aturan heraldik pada bidang putih.
Legenda menunjukkan bahwa warna merah dan putih awalnya diberikan oleh Count Roger dari Sisilia pada abad kesebelas ketika ia diduga memberikan potongan benderanya sendiri kepada rakyat Malta. Selama bertahun-tahun pulau itu menggunakan bendera dua warna sederhana sampai George Cross secara resmi ditambahkan ke dalam desain pada tahun 1943. Setelah memperoleh kemerdekaan pada tahun 1964, latar belakang biru yang sebelumnya mengelilingi salib dihapus dan diganti dengan garis tepi merah tipis untuk menciptakan desain nasional saat ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bendera Malta saat ini secara resmi diadopsi pada 1964.
Bendera Malta memiliki proporsi resmi 2:3.
George Cross dianugerahkan kepada rakyat Malta oleh Raja George VI pada tahun 1942 untuk menghormati keberanian luar biasa mereka selama pemboman hebat di Perang Dunia Kedua.
Proporsi resmi bendera nasional adalah 2:3 di mana lebarnya adalah satu setengah kali tinggi bendera.
Antara tahun 1943 dan 1964, George Cross ditampilkan pada kanton biru, tetapi ini diubah menjadi garis tepi merah saat kemerdekaan agar salib tampak sebagai bagian alami dari bendera.
Menurut tradisi populer, Count Roger dari Sisilia memberikan warna merah dan putih pada tahun 1091, meskipun banyak sejarawan menganggap cerita ini sebagai mitos belakangan.
🍪
Preferensi Cookie
Kami menggunakan cookie untuk menganalisis lalu lintas dan meningkatkan pengalaman Anda. Tidak ada data pribadi yang dijual atau dibagikan dengan pengiklan.
Kami menggunakan Google Analytics untuk memahami bagaimana pengunjung menggunakan WorldStats. Ini membantu kami meningkatkan konten dan kinerja. Cookie analitik melacak tampilan halaman dan data sesi — tidak ada informasi identitas pribadi yang dikumpulkan. Anda dapat mengubah preferensi Anda kapan saja dari footer.